dan sungguh dalam kesendirian yang menyiksa. sekarang aku perlu kau sebagai penyemangat jiwa. berjuta kali doa kupanjatkan kepada dia yang katanya bernama tuhan, tapi entah perjalananku masih teramat menjerat dan menjebak. wahai kau yang namanya ana. benar sekarang aku mencumbu bayangmu.
sebentar aku merasa puas dengan menatap matamu, tapi kemudian aku tetap ditangkap setan ketakutan. wahai kau yang bernama ANA, sekarang aku benar memerlukanmu.
sebentar aku merasa puas dengan menatap matamu, tapi kemudian aku tetap ditangkap setan ketakutan. wahai kau yang bernama ANA, sekarang aku benar memerlukanmu.





0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar