Indonesia dalam keadaan darurat, suasana perpolitikan sedang kacau, ekonomi dan kesejahteraan rakyat semakin tidak menentu, gerakan separatisme meledak dimana-mana. adakah solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah bangsa kita ini.
Sudah 65 tahun negara indonesia merdeka, merdeka dari kolonial penjajahan negara dzalim. Pada masa itu sangatlah terasa senangnya bagaimana rasanya terbebas dari cengkaraman orang asing, rasa-rasanya mungkin seperti sorga ada di pihak kita. Bertahun-tahun kita terlena, atau terjebak pada romantisme sehingga keadaan ekonomi tetap tidak stabil orang kaya tetap kaya dan yang miskin semakin miskin. begitu pula dengan gerakan separatis yang terus mengancam negeri kita ini, diantaranya: DI, PERMESTA,RMS,GAM dan masih hangat di telinga kita akhir-akhir ini tentang penyerangan teroris terhadap kapolsek di pulau Sumatera.
Orang yang cerdas pasti merasa cemas setidak-tidaknya merinding ketika melihat keadaan kita sekarang ini, para pejuang dulu rela meneteskan darahnya untuk memerdekakan negara indonesia sedangkan kita sekarang hanya bisa duduk-duduk manis meminum kopi dan menghisap rokok tanpa sedikitpun memikirkan negaranya. Sebuah pancaran wajah suram dari sebuah rakyat yang apatis terhadap negaranya, saat ini tidak apa saya dikatakan orang militer, bergeser sedikit saja kedaulatan NKRI maka darah saya sebagai tumbalnya.
Terkadang perpolitikan kotor yang menyebabkan kesemuanya ini, tapi entah pemerinatahan yang korup atau rakyat yang tidak mencintai negaranya. Mari kita renungkan dan mengambil pelajaran dari semua keterpurukan ini, jangan sampai ada yang menyesal jika 5 tahun lagi sudah tidak ada nama Indonesia dalam peta dunia bahkan keturunannyapun digenosida habis-habisan.
Oleh karena itu saya sebagai orang akademik mengajak teman-teman mahasiswa di seluruh indonesia yang masih merasa dirinya sebagai mahasiswa indonesia, mari kita kibarkan semangat merah putih jangan sampai sejengkalpun dia diturunkan.
Salam mahasiswa!!!!!!!





0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar