Polisi merupakan aparatur negara yang bertugas untuk mengayomi masyarakat, bukan untuk memerangi masyarakat. Saat ini terdengar di sulawesi ada bentrok antara masyarakat dengan polisi, bentrokan terjadi disebabkan oleh seorang tersangka yang mati di dalam sel. Sementara tidak ada keterangan jelas mengenai penyebab kematian tersangka malang itu.
Keluarga korban, kerabat, teman dan banyak lagi pihak terkait sehingga perangpun tidak bisa dihindari. Beberapa akibat dari perangnya polisi dan masyarakat, diantaranya:
a. Semua yang berbau kepolisian dibakar (kantor, mobil, motor)
b. Nyawa melayang
c. Kepercayaan kepada polisi semakin sirna
d. Nilai HAM tercoreng, dan
e. Muncul isu anti polisi.
Tetapi jangan sekali-sekali kita memandang sebelah mata, polisi dalam melaksanakan tugasnya seringkali menghadapi pilihan seperti simalakama. Perintah dari komandan, atau keinginan masyarakat yang dipilih?
Polisi ataupun masyarakat bertindaklah dewasa, senjata api tidak akan menyelesaikan masalah, begitu juga dengan kepalan tinju. Dan yang mengambil keuntungan dari perseteruan kita adalah pihak lain. Mereka mengambil kesempatan dalam suasana mencekam ini. Solusinya adalah Polisi lakukan tugasmu dengan adil dan bijaksana, masyarakat bertindaklah dewasa dan jangan terkena provokasi. Mari kita jalankan hidup dengan kapasitas kita masing-masing.
Salam kedamaian
Daftar Situs Saya
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar